Mata Uang Digital Dolar Resmi - Baperan | Ragam Berita Terkini | Beritanya Bikin Baper

Mata Uang Digital Dolar Resmi

12 June 2020

CRYPTO DOLAR RESMI

National Science Foundation, adalah sebuah agen independen dari pemerintahan federal Amerika Serikat, mereka memberikan hibah sebesar $ 225.000 atau setara 3 Milyar Rupiah, kepada startup blockchain swasta yaitu KRNC untuk membuat fitur dari mata uang digital untuk dolar, dan saat ini dolar digital menjadi topik perdebatan nasional.

Key Retroactivity Network Consensus yang disingkat KRNC, adalah perusahaan swasta yang ditunjuk memberikan protokol untuk mengalokasikan cryptocurrency langka seperti bitcoin ke dalam dolar fiat. Nantinya mata uang digital dolar akan didistribusikan secara gratis kepada pengguna sesuai dengan kekayaan/tabungan mereka yang sudah ada, jadi setiap orang yang memegang dolar dapat memiliki mata uang digital ini dengan cara berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi yang sudah dibuat tanpa harus membeli cryptocurrency seperti bitcoin atau eter.

Untuk menerima pendanaan dari agen resmi AS, proposal KRNC akan ditinjau oleh panel pakar industri eksternal dan dievaluasi untuk potensi pasar untuk dijadikan komersil. Anna Brady-Estevez, seorang manajer dari National Science Foundation untuk program hibah tersebut, mengatakan agensi yang tidak memiliki mandat untuk penggunaan akhir dari program khusus ini untuk yaitu kepada bisnis kecil. "Kami fokus pada proyek-proyek di mana ada pekerjaan secara teknis besar yang berarti hal tersebut harus dilakukan dengan potensi besar untuk mendorong keunggulan yang kompetitif dan dampak besar secara komersial," kata Estevez.

Nah menurut Estevez, proyek KRNC ini menunjukkan potensi besar, dalam mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan keamanan transaksi keuangan.

"Pendanaan kami untuk protokol tersebut tidak boleh disalah artikan sebagai dukungan atas inisiatif dan inovatif apa pun untuk meningkatkan kurs dolar AS atau menjadikannya bernilai lebih seperti bitcoin atau mata uang kripto lainnya dalam hal ini," kata Estevez.
Share on :

No comments:

Post a Comment